Senin, 16 Maret 2020

AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI

AKUNTANSI

1. Pengertian Akuntansi
Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis (business language), atau lebih tepatnya sebagai bahasa pengambilan keputusan. Semakin seseorang menguasai bahasa ini, maka akan semakin baik pula orang tersebut menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupannya.

Menurut American Institute of Certified Public Accountants ( AICPA):
Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and terms of money, transaction and events which are, in part at least, of finacial character, and interpreting the result there of.  

Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.

Menurut American Accounting Association (AAA):
Accounting is the process of identifying, measuring, and communicating economic information to permit information judgment and decision by users of the information. 
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Sedangkan menurut IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) merupakan pengindentifikasian, pencatatan, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

2. Tujuan dan Manfaat akuntansi
Akuntansi bertujuan untuk memberikan infromasi mengenai data dan gambaran kondisi perusahaan atau lembaga. Informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan serta sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap bebagai kewajiban.
Manfaat akuntansi secara umum:
a. membuat perencanaan dan pengawasan secara efektif
b. menjadi pedoman dalam keputusan yang tepat, baik bagi manajemen maupun pihak eksternal.
c. bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak yang berkepentingan

3. Pemakai Informasi Akuntansi
Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lain pun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. 
Pihak internal:
a. Manejer memerlukan informasi akuntansi sebagai dasar untuk mebuat perencanaan, menentukan kebijakan untuk masa yang akan datang, mengadakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiaatan perusahaan yang dikelolanya, dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapainya.

Pihak Eksternal:

a. Investor. Para investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan.
b. Kreditor. Kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat.
c. Instansi Pemerintah. Instansi pemerintah sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
d. Karyawan. Para karyawan  memerlukan informasi keuangan ini untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan dalam hal kontrak atau berbagai keputusan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. manfaat lain juga untuk mengetahui kesejahteraan yang akan diperolehnya.
e. Pemasok. Pemasok memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui ekpektasi kelancaran pembayaran.
f. Masyarakat. Masyarakat membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai kecenderungan dan perkembangan perusahaan, terutama dalam kaitannya dengan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.
g. Pelanggan. Pelanggan memerlukan informasi akuntansi untuk menilai keberlangsungan perusahaan.

3. Sejarah Akuntansi
Pada tahun 1494, Luca Pacioli memublikasikan buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica Proortioni et Propotionallia. Dalam buku tersebut, terdapat subjudul “Tractus de Computies et Scriptoris” yang mengajarkan sistem pembukuan berpasangan (double book kepping). Subjudul inilah yang menjadi cikal bakal munculnya akuntansi.Setahun setelah buku tersebut dipublikasi, akuntansi mulai diterapkan di Italia. Proses perkembangan akuntansi di Indonesia semakin pesat dengan berdirinya Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) PADA 1957. Pada 1973, IAI merumuskan Prinsip Akuntani Indonesia (PAI) sebagai pedoman bagi pelaksanaan akuntansi di Indonesia. Pada 1984, komite PAI melakukan revisi terhadap beberapa prinsip akuntansi dan memodifikasikannya ke dalam PAI. Pada tahun 1994 IAI melalukan revisi total terhadap PAI dan mengubahnya menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Proses revisi terus berlangsung yaitu tanggal 1 Oktiber 1994, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 September 2007.
4.Bidang-bidang Akuntansi
1. Akuntansi Keuangan
Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) adalah Bidang akuntansi yang memiliki kegiatan seperti mencatat semua kegiatan financial yang berkaitan dengan akuntansi atau yang sudah di khususkan untuk memproses pencatatan ekonomi secara keseluruhan seperti pencatatan transaksi keuangan hingga penyajian data yang sudah menjadi bentuk laporan keuangan perusahaan.
2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
kuntansi pemeriksaan (auditing) adalah bidang akuntansi yang memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan dari hasil yang telah di catat dan laporan keuangan dari suatu badan, laporan bisa dari perusahaan dan bisa juga dari pemerintah.

3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi Manajemen (Manajemen Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki tujuan untuk memberikan suatu informasi yang berkaitan kepada manajemen dalam menjalankan suatu usahanya.

4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi Biaya (Cost Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki tugas untuk mencatat serta menghitung dan menganalisis dari suatu data yang berada pada perusahaan industri yang dalam usahanya menentukan berapa besar dari harga pokok produksi dari suatu barang atau dari suatu produk.

5. Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan adalah bagian yang akan mempersiapkan data yang akan digunakan untuk perhitungan pajak suatu perusahaan, salah satu bidang akuntansi yang akan menekankan pada suatu masalah pajak yang wajib di bayar oleh perusahaan atau yang akan di bayar oleh perseorangan kepada pemerintah.

6. Peranggaran (Budgeting)

Peranggaran atau yang sering di sebut dengan anggaran (budgeting) adalah bidang dari akuntansi yang akan melakukan suatu kegiatan dengan cara menyusun suatu anggaran, baik dari anggaran pendapatan maupun anggaran dari biaya dasar. 

7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntansi pemerintahan (Governmental Accounting) adalah salah satu bidang akuntansi yang digunakan untuk menerapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi pemerintahan ini memiliki tujuan untuk menyajikan suatu laporan keuangan, pengendalian serta memberikan pengawasan keuangan pemerintah atau keuangan negara.

8. Sistem Akuntansi (Accounting System)

Sistem Akuntansi adalah salah satu bidang akuntansi yang bertugas melaksanakan suatu kegiatan dengan merencanakan terlebih dahulu cara untuk melakukan pencatatan akuntansi agar aman, efektif dan efisien yang di mulai dari mengorganisir suatu dokumen , formulir – formulir yang ada dan juga menyusun suatu prosedur pencatatan nya.

9. Akuntansi Pendidikan (Education Accounting)

Akuntansi pendidikan atau yang sering di sebut dengan education accounting adalah salah satu bidang akuntansi yang memiliki bidang khusus yaitu yang akan diarahkan di bidang pendidikan. Akuntansi pendidikan ini biasanya mengajar akuntansi, memberi pengetahuan tentang akuntansi, Cara penyusunan kurikulum pendidikan, atau hal lain yang masih berhubungan dengan ilmu akuntansi.

10. Akuntansi Internasional (International Accounting)

Bagian – bagian akuntansi seperti akuntansi internasional adalah salah satu bagian yang akan mencakup suatu masalah – masalah yang sedang terjadi dalam suatu transaksi perdagangan internasional atau lintas negara yang sering terjadi di perusahaan – perusahaan yang sudah multi nasional.

11. Akuntansi Lembaga Nirlaba (Non Profit Accounting)

Bidang akuntansi ini secara khusus diterapkan pada organisasi-organisasi yang aktivitasnya bukan mencari laba.

5. Profesi Akuntansi

1. Akuntan Publik

Akuntan independen yang dapat memberikan jasa-jasanya atas sebuah dasar dalam pembayaran yang tertentu adalah seorang akuntan publik. Mereka bekerja secara bebas dan biasanya mendirikan sebuah kantor akuntan. Akuntan jenis ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan atau audit, memberikan jasa perpajakan dan memberikan jasa konsultasi manajemen. 

2. Akuntan Internal

Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja di dalam sebuah perusahaan yang biasanya disebut juga dengan akuntan perusahaan. Tugas utama akuntan internal adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan yang ditujukan atau disiapkan untuk menghadapi audit eksternal, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan serta melakukan audit internal perusahaan.

3. Akuntan Pemerintah

Akuntan yang bekerja dalam lembaga-lembaga di pemerintahan disebut akuntan pemerintah. Diantaranya seperti di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

4. Akuntan Pendidik

Akuntan yang bertugas dalam bidang pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di sebuah perguruan tinggi. Dapat diartikan pula bahwa akuntan pendidik sebagai tenaga pengajar di institusi pendidikan dan bertugas untuk mengembangkan pendidikan akuntansi. Pada umumnya, mereka tidak semata-mata mengajar tetapi merangkap dengan pekerjaan lain, seperti membuka praktik untuk melayani kebutuhan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya.

6. Kualitas Informasi Akuntansi
Karakteristik informasi akuntansi yaitu
a. Relevan, yaitu relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan tujuan penggunaannya
b. Andal, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan atau penyimpangan dan akurat dapat mewakili suatu kejadian atau suatu aktivitas
c. Lengkap, yaitu informasi harus lengkap dengan memenuhi enam tujuan kualitatif dan dapat memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan
d. Tepat waktu, yaitu informasi tersebut disampaikan pada saat yang tepat
e. Dapat dipahami, yaitu informasi dapat dipahami dalam bentuk yang  jelas (tidak menimbulkan penafsiran lain)
f. Dapat dibandingkan, yaitu informasi dapat diverifikasi jika dibandingkan dan menghasilkan informasi yang sama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar